Pasti
pernah kan ya bertanya-tanya, kenapa sih kita mesti belajar matematika? dari
mulai kita kecil, SD, SMP, SMA, bahkan kuliah matematika pun masih nanya kenapa
kuliah matematika-_- matematika dari dulu itu seolah-olah menjadi mata
pelajaran yang wajib. Bahkan saat ujian nasional pun matematika termasuk mata
pelajaran yang diujikan.
Dua
puluh tahun lalu, NRC (National Research Council, 1989:1) dari Amerika Serikat
telah menyatakan pentingnya Matematika dengan pernyataan berikut: “Mathematics
is the key to opportunity.” Matematika adalah kunci ke arah peluang-peluang.
Bagi seorang siswa keberhasilan mempelajarinya akan membuka pintu karir yang
cemerlang. Bagi para warganegara, matematika akan menunjang pengambilan
keputusan yang tepat. Bagi suatu negara, matematika akan menyiapkan warganya
untuk bersaing dan berkompetisi di bidang ekonomi dan teknologi.
Mata
pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari
sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis,
sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama.
Seiring
dengan berkembangnya peradaban dunia, kompleksnya masalah kehidupan menuntut
sumber daya manusia yang handal dan mampu berkompetisi. Pada abad 21 Ini
diramalkan akan lebih banyak lagi pekerjaan yang memerlukan keterampilan
tingkat tinggi yang melibatkan pemikiran kritis, pemecahan masalah, penyampaian
gagasan, dan kerjasama yang efektif (Preparing for 21st Century, The Education
Imperative, 1997), [24].
Survei
lapangan menunjukkan bahwa manusia sekarang cenderung mementingkan kemampuan
dasar matematika dalam dunia kerja. Pekerja yang tamatan sekolah menengah kalau
dia punya kemampuan matematika tinggi, akan punya karir yang lebih baik dan
tingkat penganggurannya lebih rendah, dibandingkan dengan yang kemampuan
matematikanya rendah (Laporan Departemen Pendidikan Amerika Serikat dalam
Mathematics Equal Opportunity, 1997).
Dalam
laporan yang lainnya, dikemukakan bahwa penggunaan matematika dalam industri
berkembang pesat, dan matematikawan telah memberikan kontribusi pada keunggulan
teknis dan penghematan biaya melalui pemodelan, analisis, dan komputasi yang
cerdik (SIAM Report on Mathematics, 1995), [24].
Tapi
kadang kadang malah kita mikir ya, apa sih manfaatnya belajar matematika?
Apa
ada hubungan belajar matematika dalam kehidupan nyata?
Terus
belajar integral, differensial, aljabar linier, fungsi, trigonometri apa ada
ngaruhnya buat kehidupan kita?
Buat
yang penasaran, liat nih beberapa manfaat yang kamu dapet kalo kamu belajar
matematika
1.
Cara berpikir matematika itu sistematis, melalui urutan-urutan yang teratur dan
tertentu. dengan belajar matematika, otak kita terbiasa untuk memecahkan
masalah secara sistematis. Sehingga bila diterapkan dalam kehidupan nyata, kita
bisa menyelesaikan setiap masalah dengan lebih mudah
2.
Cara berpikir matematika itu secara deduktif. Kesimpulan di tarik dari hal-hal
yang bersifat umum. bukan dari hal-hal yang bersifat khusus. Sehingga kita
menjadi terhindar dengan cara berpikir menarik kesimpulan secara “kebetulan”.
Misalnya kita tidak bisa menyatakan kalo “kita tidak boleh lewat jalan A pada
hari sabtu, karena jalan tersebut meminta tumbal tiap hari sabtu” hanya karena
ada beberapa orang yang kebetulan kecelakaan dan meninggal di jalan tersebut
pada hari sabtu. Kita seharusnya berpikir bahwa orang yang meninggal di jalan
tersebut pada hari sabtu bukan karena tumbal. tapi harus dianalisa lagi apakah
karena orang tersebut tidak hati-hati, ataukah jalan yang sudaha agak rusak,
atau sebab lain yang lebih rasional.
3.
Belajar matematika melatih kita menjadi manusia yang lebih teliti, cermat, dan
tidak ceroboh dalam bertindak. Bukankah begitu? coba saja. Masih ingatkah
teman-teman saat mengerjakan soal-soal matematika? kita harus memperhatikan
benar-benar berapa angkanya, berapa digit nol dibelakang koma, bagaimana
grafiknya, bagaimana dengan titik potongnya dan lain sebagainya. Jika kita
tidak cermat dalam memasukkan angka, melihat grafik atau melakukan perhitungan,
tentunya bisa menyebabkan akibat yang fatal. Jawaban soal yang kita peroleh
menjadi salah dan kadang berbeda jauh dengan jawaban yang sebenarnya.
4.
Belajar matematika juga mengajarkan kita menjadi orang yang sabar dalam
menghadapi semua hal dalam hidup ini. Saat kita mengerjakan soal dalam
matematika yang penyelesaiannya sangat panjang dan rumit, tentu kita harus
bersabar dan tidak cepat putus asa. jika ada langkah yang salah, coba untuk
diteliti lagi dari awal. Jangan-jangan ada angka yang salah, jangan-jangan ada
perhitungan yang salah. Namun, jika kemudian kita bisa mengerjakan soal
tersebut, ingatkah bagaimana rasanya? rasa puas dan bangga.( tentunya jika
dikerjakan sendiri, buakn hasil contekan,. he.he.he). begitulah hidup. Kesabaran
akan berbuah hasil yang teramat manis.
5.
Yang tidak kalah pentingnya, sebenarnya banyak kok penerapan matematika dalam
kehidupan nyata. Tentunya dalam dunia ini, menghitung uang, laba dan rugi,
masalah pemasaran barang, dalam teknik, bahkan hampir semua ilmu di dunia ini
pasti menyentuh yang namanya matematika.
Secara
umum, matematika juga berperan dalam pengembangan sumber daya manusia. Secara
lebih umum, untuk mengoptimalkan SDM perlu adanya manajemen sumber daya
manusia. Setelah disadari bahwa sumber daya manusia perlu dikaji faktor apa
saja dari sumber daya manusia tersebut yang perlu ditingkatkan. Dalam model
awal pada kajian di tersebut, karakter yang memegang peran pada SDM
diprioritaskan antara lain: cerdas (c), tenggap/responsif (r), cermat/teliti
(l) dan taat SOP/disiplin (d). Nampak bahwa karakter sumber daya manusia,
misalnya teliti, akan berhubungan dengan cerdas, taat melakukan prosedur
perhitungan, dengan diulang-ulang sebanyak iterasi tertentu, tergantung dari
proses penyelesaian permasalahan yang dihadapi. Hal ini menunjukkan bahwa di
antara faktor-faktor yang ada pada sumber daya manusia masih saling berpengaruh
antar yang satu dengan yang lain. Jika pengaruh ini signifikan maka ada
kemungkinan model yang dipakai bukan lagi linier. Jadi, bisa disimpulkan bahwa
model pengembangan sumber daya manusia dapat berbentuk regresi linier berganda
yang akan ditentukan oleh koefisien dari masing-masing faktor yang berupa karakter
yang bersangkutan. Makin banyak jenis data yang terkumpul akan diperoleh model
yang semakin halus, iterasi yang lebih tinggi.
Materi
matematika banyak digunakan atau diaplikasikan dalam bidang ilmu lain. Misalnya
materi fungsi digunakan dalam ilmu ekonomi untuk mempelajari fungsi permintan
dan fungsi penawaran.
Berdasarkan
karakteristik tersebut maka matematika merupakan suatu ilmu yang penting dalam
kehidupan bahkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini yang harus
ditekankan kepada siswa sebelum mempelajari matematika.
No comments:
Post a Comment